vSphere Lab dengan Server Fisik RAM 32GB : Part III

Melanjutkan tulisan sebelumnya vSphere Lab dengan Server Fisik RAM 32GB : Part II. Berikut langkah-langkah untuk membangun vSphere Lab dengan 1 server RAM 32GB

Add Host vSphere Hypervisor ke vCenter

  • Pastikan sudah bisa login ke vSphere Client vCenter via web browser
  • Login dengan username administrator@(domain) dan masukkan passwordnya
  • Klik Actions pilih New Datacenter
  • Berikan nama datacenter, klik OK
  • Klik datacenter yang sudah dibuat, pilih Actions | Add
  • Masukkan IP address vSphere Hypervisor yang sudah kita instal sebelumnya, klik Next

  • Masukkan User name root dan juga password vSphere Hypervisor, klik Next
  • Klik Next
  • Pilih Evaluation License, klik Next
  • Pilih Disabled, klik Next
  • Pilih datacenter, klik Next
  • Klik Finish

Promicious Mode

Untuk menggunakan vSphere nested, host yang merupakan vSphere induk harus diaktifkan promicious mode-nya. Kalau tidak diaktifkan bagaimana? Jika tidak diaktifkan maka VM yang ada diatas vSphere nested tidak akan bisa terkoneksi ke jaringan luar, dan tidak bisa menggunakan internet. Penjelasan mengenai promicious mode bisa dicari sendiri di internet, karena saya sendiri bingung untuk menjelaskannya 😀

Untuk mengaktifkan promicious mode sangat mudah, bisa dilakukan via vSphere client host maupun via vSphere client vCenter. Kali ini saya akan menunjukkan cara untuk mengaktifkan promicious mode via vCenter, berikut langkah-langkahnya :

  • Login ke vSphere Client vCenter via web browser
  • Klik pada vSphere host
  • Pilih Configure | Virtual Switches
  • Klik titik 3 pada VM Network, klik Edit Settings

  • Pada bagian security, ganti bagian Promicious mode menjadi Accept. Jika tidak bisa diganti, beri tanda centang pada Override, klik OK

Sinkronisasi Public Content Library William Lam

Selanjutnya adalah deploy vSphere nested. Kenapa si harus deploy? Kenapa ga langsung instal manual saja? Saya sudah beberapa kali menggunakan vSphere nested untuk keperluan testing. Saya selalu menggunakan cara deploy dan selalu berhasil, tapi sayangnya saat saya coba instal secara manual selalu gagal 😀

Nah untuk deploy vSphere nested ini bisa menggunakan public content library milik William Lam yang berisi template vSphere nested. Kita tidak perlu instal secara manual, tinggal download template, deploy, dan pakai.

Saya sempat penasaran juga, apa sih yang membuat template vSphere nested milik William Lam bisa berjalan dengan baik sedangkan vSphere nested yang saya instal secara manual tidak bisa dipakai. Saya sampai mengisi bagian Contact yang ada di page About blog virtuallyGhetto tapi sampai saat ini pesan saya belum dibalas, mungkin karena dia tidak mau membagikan semua ilmunya 😀

Untuk download template William Lam via content library VMware cukup mudah. Berikut langkah-langkahnya :

  • Login ke vSphere Client vCenter via web browser
  • Pilih Menu | Content Libraries

  • Klik +
  • Berikan nama content library, klik Next

  • Pilih Subscribed content library, pada bagian Subcription URL masukkan URL ini https://download3.vmware.com/software/vmw-tools/lib.json , klik Next | Yes
  • Pilih datastore, klik Next
  • Klik Finish

  • Tunggu hingga proses sinkronisasi content library selesai

Deploy vSphere Nested

  • Login ke vSphere Client vCenter via web browser
  • Pilih Menu | Content Libraries
  • Klik content library yang sudah dibuat, pilih menu Templates
  • Klik kanan pada template vSphere versi terbaru, pilih New VM from This Template

  • Berikan nama VM vSphere nested, klik Next

  • Pilih server vSphere hypervisor, klik Next
  • Klik Next
  • Beri tanda centang pada I accept all… , klik Next
  • Pilih datastore | Thin Provision, klik Next
  • Klik Next
  • Hostname : localhost
    IP Address : (IP address untuk vSphere Nested)

    Netmask : (Netmask sesuai prefix yang digunakan)
    Gateway : (IP gateway)
    VLAN ID : 0
    DNS : (IP DNS server)
    DNS Domain : (Nama domain)
    NTP Server : (default)
    Syslog Server : 127.0.0.1
    Password : (Password untuk root (Strong password))
    SSH : (Check)
    VMFS : (Uncheck)
    Klik Next

  • Klik Finish
  • Tunggu hingga proses deploy selesai
  • (Lakukan langkah deploy dari awal sampai selesai untuk vSphere nested yang kedua)

Konfigurasi RAM dan Datastore vSphere Nested

Selanjutnya adalah konfigurasi datastore vSphere nested, sebelum bisa benar-benar digunakan untuk lab

  • Login ke vSphere Client vCenter via web browser
  • Klik VM vSphere nested yang sudah selesai di deploy
  • Pilih Actions | Edit Settings

  • Berikan Memory sebesar 8GB, hapus Hard disk 2 dan 3, setelah itu klik Add New Device | Hard Disk dan berikan kapasitas New Hard disk sebesar 100GB Thin Provision. Klik OK

  • Nyalakan VM
  • Akses vSphere nested via web browser https://(IP address vSphere nested)/ui
  • Login menggunakan user root dan passwordnya
  • Pilih Storage, klik New datastore

  • Pilih Create new VMFS datastore, klik Next
  • Klik disk yang tersedia dan berikan nama datastore, klik Next

  • Pilih Use full diskVMFS 6, klik Next
  • Klik Finish | Yes

  • (Lakukan langkah konfigurasi dari awal sampai selesai untuk vSphere nested yang kedua)

Sampai disini, vSphere lab sudah bisa digunakan untuk melakukan uji coba lab.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *