Terlalu Menganggap Enteng

Pekan kemarin kebetulan divisi Training Excellent cukup sibuk. Divisi yang di urus oleh saya. Dikarenakan ada 3 training yang harus di persiapkan dalam waktu bersamaan.

2 Training dilaksanakan dalam waktu yang sama. 1 Training dilaksanakan pekan ini. Tetap saja persiapan trainingnya harus dilakukan pekan kemarin πŸ˜€

Ga sedikit persiapan yang dilakukan untuk training. Mulai dari konsumsi peserta. Buku modul yang berisi materi masing-masing training. Kaos Excellent. Sertifikat. Dan sebagainya.

Hari rabu. Senior saya mengingatkan untuk mempersiapkan training dari awal. Jangan menunda-nunda. Lalu saya bilang “Oke, nanti sore saya siapkan”. Padahal di ingatkannya pagi πŸ˜€

Kebiasaan menunda-nunda ini tolong jangan ditiru πŸ˜€ Bisa berbahaya. Jika bisa dilakukan saat itu maka lakukanlah saat itu juga. Karena kita tidak akan tau apa yang akan terjadi besok.

Sore hari. Saya berbicara dalam hati “Ah, besok saja. Toh besok masih hari kamis”. Sedangkan 2 training dilaksanakan pada hari sabtu. Itu makanya saya berpikir seperti itu. Dan itu suatu pemikiran yang salah πŸ˜€

Esoknya. Hari Kamis. Saya mengatakan hal yang sama “Ah, besok saja. Toh besok masih hari Jum’at”. Betapa bodohnya saya berpikir seperti itu lagi πŸ˜€

Hari Jum’at. Nahh ini. Hari dimana saya rusuh sendiri πŸ˜€ Yaa karena sudah mepet. Jadi saya panik sendiri. Akibat dari kebiasaan menunda-nunda. Terlalu menganggap remeh sesuatu.

Lagi menyiapkan training. Ternyata sertifikat peserta habis. Dengan terpaksa peserta tidak bisa diberikan sertifikat di hari pelaksanaan training. Diberikan pasca training

Sebenarnya hal tersebut tidak perlu terjadi jika saya mempersiapkan 3 training tersebut di hari Rabu. Masih ada waktu 3 hari untuk melengkapi yang kurang. Tetapi alangkah cerobohnya saya menunda-nunda hal itu. Terlalu menganggap enteng suatu hal yang kecil. Terlalu meremehkan. Begitu ada masalah. Ada yang kurang. Langsung rusuh

Dari kejadian pekan kemarin. Saya belajar. Jangan menunda-nunda pekerjaan. Jangan meremehkan hal yang kecil sekalipun. Mungkin hal tersebut bisa jadi besar jika kita tidak menganggapinya secara serius.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *