Pengalaman Menjadi ODP

Masa liburan tahun baru 2020, saya habiskan dirumah saja. Selain memang tidak boleh banyak keluar rumah karena pandemi covid-19, saya pribadi juga menjadi orang dalam pengawasan (ODP) karena sempat bertemu dengan orang yang terindikasi positif covid-19.

Saat tahu bahwa saya merupakan ODP, saya langsung memutuskan untuk melakukan isolasi mandiri, ya walaupun saya tidak mengalami gejala apa-apa tapi isolasi mandiri tetap saya lakukan karena khawatir saya merupakan orang tanpa gejala (OTG) sehingga bisa menularkan ke orang lain, terutama orang tua saya yang masih tinggal satu atap.

Saya bertemu dengan orang yang positif pada hari Rabu tanggal 23 Desember 2020, namun baru mendapatkan info 3 hari setelahnya yaitu Sabtu tanggal 26 Desember 2020. Berdasarkan yang saya baca (Maaf kalo salah πŸ˜€ ) isolasi mandiri ODP harus dilakukan minimal selama 14 hari, terhitung dari hari dimana ODP bertemu dengan positif covid-19. Jika dilihat dari kasus yang saya alami berarti saya hanya perlu melakukan isolasi mandiri selama 11 hari (14 hari – 3 hari setelah bertemu positif covid-19).

Namun karena saya masih tinggal bersama orang tua, saya melakukan isolasi mandiri di lantai dua. Jadi selama masa isolasi mandiri tersebut saya tidak beranjak dari lantai dua, begitupun orang tua saya yang memutuskan untuk tidak ke lantai dua. Walaupun demikian saya tetap mengusahakan untuk tidak keluar dari kamar tidur, kalaupun harus keluar kamar saya pasti menggunakan masker, ya bisa dibilang satu-satunya zona aman saya untuk melepas masker hanya kamar tidur πŸ˜€ .

Pada saat memulai isolasi mandiri, ada beberapa hal yang saya siapkan.

  • Membuat jadwal & alarm waktu makan 3x sehari (Jika saya sudah asik melakukan sesuatu biasanya saya lupa makan, ini saya lakukan supaya tidak telat makan & kondisi tubuh tetap stabil)
  • Membeli beberapa vitamin (Dengan harapan tubuh saya tetap stabil, sehingga tidak rentan terhadap virus yang mungkin sudah ada di tubuh saya)
  • Membeli & menaruh disinfektan di depan pintu kamar (Untuk menyemprot apa saja yang saya sentuh saat harus keluar dari kamar)
  • Langganan Netflix selama 1 bulan (Supaya tidak bosan dan stress karena memikirkan apakah saya positif atau tidak πŸ˜€ )

Walaupun selama isolasi mandiri saya sedikit tidak enak hati juga karena harus merepotkan orang tua saat mengantarkan makanan ke depan tangga, ataupun mengisi botol air untuk saya minum, ya tapi mau bagaimana lagi, isolasi mandiri tetap harus saya lakukan.

Apakah selama isolasi mandiri tenang-tenang saja? Tidak khawatir ternyata positif? Tidak memikirkan jika positif bagaimana? Tentu saja saya memikirkan itu πŸ˜€ , apalagi selama isolasi mandiri saya sempat beberapa kali bersin-bersin serta pusing. Saat dikabari bahwa saya merupakan ODP, sebenarnya bisa saja Β saya langsung test rapid antigen atau PCR swab sekalian, namun apalah daya saya yang saat itu takut dan tidak siap menerima jika saya positif, sehingga menyebabkan saya tidak langsung test saat itu. Tetapi seiring berjalannya waktu saya melakukan isolasi mandiri, kekhawatiran saya pun menjadi semakin besar dan membuat saya sedikit kepikiran πŸ˜€ . Akhirnya di hari terakhir isolasi mandiri pun saya memutuskan untuk melakukan test PCR swab di salah satu klinik, dengan harapan bahwa saya negatif covid-19 serta dengan kekhawatiran jika saya malah dinyatakan positif covid-19.

Saat akan melakukan test PCR saya juga agak deg-degan ya πŸ˜€ karena belum pernah ditest PCR sebelumnya, walaupun pada saat test dilakukan hanya sedikit sakit saja saat alatnya dimasukan ke dalam hidung. Test PCR nya sendiri dilakukan tidak sampai 2 menit, hanya ngantri gilirannya saja yang sampai 30 menit πŸ˜€ . Setelah test dilakukan selanjutnya adalah menunggu hasilnya, 1 hari kemudian……Tentu saja selama 1 hari menunggu saya dihantui perasaan khawatir akan hasil testnya πŸ˜€ dan alhamdulillah hasilnya negatif πŸ™‚ .

Saya tidak tahu apakah yang saya sudah benar atau kurang tepat, mungkin seharusnya langkah yang lebih baik dilakukan adalah test rapid antiget atau PCR swab saat dinyatakan sebagai ODP, isolasi mandiri selama 14 hari, dan rapid antiget atau PCR swab ulang setelah isolasi mandiri selesai.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *