P2V Menggunakan Nakivo (VMware)

Seperti yang teman-teman tahu, saat ini infrastruktur IT sudah beralih ke metode viirtualisasi. Tanpa memerlukan server fisik yang begitu banyak, teman-teman bisa membuat berbagai macam aplikasi di dalam 1 server fisik. Bahkan saat ini sudah mulai beralih ke modern application yaitu container.

Bagaimana jika masih pakai server fisik? Harus build server baru dalam bentuk VM dong? Yaa build ulang server dalam bentuk VM merupakan salah satu pilihannya….pilihan yang tidak mudah dan mungkin menimbulkan beberapa masalah.

Pilihan lain yang lebih mudah dan fleksibel adalah menggunakan aplikasi Physical to Virtual (P2V). Aplikasi P2V akan menyalin semua data yang ada di server fisik dari mulai sistem operasi sampai dengan data-datanya ke server virtualisasi yang sudah ditentukan tanpa adanya downtime. Setelah proses penyalinan selesai, server fisik bisa dimatikan dan digantikan posisinya oleh VM yang baru.

Salah satu aplikasi P2V yang masih saya gunakan sampai sekarang adalah VMware Converter, aplikasi P2V gratis punya VMware. Selain itu, aplikasi P2V yang baru-baru ini saya gunakan adalah aplikasi backup VM Nakivo. Aneh kan? Kok aplikasi backup bisa buat P2V? Yaa memang bisa untuk P2V mulai versi 9.0 (Saat ini : 9.2).

Mulai dari Nakivo versi 9.0, terdapat fitur baru yaitu physical server backup. Sehingga Nakivo bisa digunakan untuk backup server fisik berbasis Windows (Saat ini : 9.2 sudah bisa backup server fisik berbasis Linux). Data backup server fisik bisa di export dan di hidupkan sebagai VM.

Untuk prosesnya sendiri tidak terlalu sulit, hanya saja agak panjang prosesnya jika dibandingkan dengan aplikasi P2V lain yang asli. Uji coba P2V yang akan saya lakukan kali ini adalah memindahkan server fisik berbasis Linux ke server virtualisasi VMware versi 6.7. Berikut adalah proses dan langkah-langkahnya.

Persiapan

  • Aplikasi Nakivo versi 9.1
  • VMware vSphere Hypervisor (ESXi) atau VMware vCenter Server versi 6.7
  • IP address serta username root/administrator user server fisik
  • IP address NFS atau file sharing server guna export data. Disini saya menggunakan NFS dengan IP address 192.168.88.156

Menambahkan Daftar Server Fisik

  • Pastikan service SSH aktif dan port 22 incoming open pada server fisik Linux guna koneksi dengan Nakivo
  • Akses Nakivo web ui dan login dengan user admin
  • Klik logo ⚙️ yang ada di sebelah kanan atas
  • Pada menu Inventory klik Add New
  • Isi nama server fisik. Ini bebas teman-teman isi apa saja sesuai kemauan
  • Pilih tipe server. Kali ini saya pilih Linux, tetapi apabila teman-teman akan P2V server berbasis Windows berarti pilihnya Windows
  • Masukkan IP address server fisik
  • Masukkan username dan password root jika Linux dan user dengan hak administrator jika Windows
  • Masukkan 22 pada SSH port
  • Klik Add pada bagian kanan bawah
  • Tunggu proses penambahan selesai

Backup Server Fisik

  • Akses Nakivo web ui dan login dengan user admin
  • Pilih Create | Physical machine backup job
  • Pilih server fisik yang akan di backup
  • Pilih tempat backup disimpan
  • Silakan konfigurasi scheduling, apabila teman-teman memang ingin menjadwalkan backup rutin terhadap server fisik tersebut atau beri tanda centang pada Do not schedule, run on demand apabila teman-teman ingin menjalankan 1x backup saja.
  • Tentukan jumlah retention backupnya ataupun nonaktifkan feature retention dengan cara menghilangkan centang pada bagian Keep last recovery points. Sedikit penjelasan mengenai retention, retention adalah jumlah backup terakhir yang akan disimpan. Misalnya retention yang ditentukan adalah 7, maka backup dari hari pertama sampai hari ketujuh akan disimpan. Setelah ada backup hari kedelapan, backup hari pertama akan dihapus. Setelah ada backup hari kesembilan, backup hari kedua akan dihapus. Dan seterusnya. Disini saya tentukan backup retentionnya 7 hari
  • Berikan nama job pada bagian Job name
  • Klik Finish & Run
  • Tunggu hingga proses backup selesai

Export Backup

  • Akses Nakivo web ui dan login dengan user admin
  • Pilih Recover | Export backups
  • Pilih data backup server fisik yang dimaksud
  • Pilih juga recovery point yang paling terbaru (Ini ada jika retention diaktifkan).
  • Pilih beberapa atau semua partisi dari server fisik yang akan di export
  • Pilih export format (VMDK/VHD/VDI), disini saya pilih VMDK karena saya akan export ke VMware
  • Masukkan ip address server tujuan export beserta direktorinya. Saat ini protokol export location yang support dari Nakivo hanyalah NFS dan file sharing Windows. Pilih NFS share jika menggunakan NFS dan pilih CIFS share jika menggunakan file sharing Windows
  • Klik Test Connection untuk memastikan export location yang diberikan valid dan bisa diakses
  • Klik logo dengan 3 garis kesamping dan titik disebelah kirinya
  • Tunggu hingga proses export selesai
  • Setelah proses export selesai, teman bisa langsung cek di server NFS atau file sharing yang sudah teman-teman tentukan sebelumnya, apakah ada 2 file dengan pola penamaan blabla-flat.vmdk dan blabla.vmdk? Jika sudah ada berarti teman-teman sudah berhasil export data backup server fisik yang dimaksud
  • Download/salin 2 file dengan pola penamaan blabla-flat.vmdk dan blabla.vmdk ke komputer lokal teman-teman

Import Data Backup ke VMware

  • Akses dan login VMware vSphere Hypervisor (ESXi) ataupun VMware vCenter Server. Saya sendiri akan menggunakan webui vCenter untuk melakukan uji coba kali ini, tetapi teman-teman yang hanya bisa menggunakan webui Hypervisor (ESXi) tidak perlu khawatir karena secara tahapan yang dilakukan tidak ada perbedaan, hanya ada perbedaan pada tampilan saja
  • Langkah pertama adalah membuat VM baru yang nantinya akan menjadi pengganti server fisik
  • Klik kanan pada salah satu server setelah itu pilih New Virtual Machine jika menggunakan vCenter. Klik Create/Register VM pada menu Virtual Machines jika menggunakan Hypervisor (ESXi)
  • Pilih Create a new virtual machine
  • Berikan nama VM baru dan pilih salah satu folder ataupun datacenter
  • Pilih server tempat VM disimpan
  • Pilih storage tempat VM disimpan, disini saya menggunakan storage dengan nama storage-synology
  • Pilih compability versi terbaru (Saat ini ESXi 6.7/VM Version 14)
  • Pilih tipe sistem operasi sesuai dengan server fisik yang akan di import
  • Hapus New Hard disk
  • Klik Finish
  • Pastikan tidak ada HDD yang terpasang
  • Open folder VM pada storage yang sudah teman-teman tentukan
  • Upload 2 file blabla-flat.vmdk dan blabla.vmdk dari komputer teman-teman ke folder VM tersebut. Dengan cara klik Upload Files dan pilih kedua file tersebut
  • Tunggu proses upload selesai
  • Kembali ke menu VM dan pilih Edit Settings
  • Pilih Add New Device | Existing Hard Disk
  • Pilih file blabla.vmdk pada direktori VM
  • Klik Finish
  • Nyalakan VM baru dengan cara klik logo ▶️ warna hijau pada menu VM
  • Pastikan kembali VM hasil import sudah sesuai dengan keadaan pada server fisik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *