Momen Tahun Baru 2019

Momen tahun baru 2019 merupakan salah satu momen yang kurang menyenangkan untuk saya. Tidak seperti biasanya. Momen tahun baru. Momen yang menyenangkan. Momen untuk menghilangkan sejenak beban sehari-hari.

Tapi tahun baru 2019 kali ini suasana hati saya kurang menyenangkan. Karena suatu kebodohan. Kecerobohan. Yang seharusnya tidak perlu terjadi jika saya lebih fokus dan berhati-hati dalam melakukan sesuatu.

Entah apa pikiran saya. Saat menghapus data itu. Data penting milik Excellent itu. Data yang dengan mudahnya saya hapus. 1x klik. Terhapus semua.

Bodohnya adalah orang yang membuat folder tempat menyimpan data itu, tidak lain dan tidak bukan adalah saya sendiri. Sekitar 1 pekan sebelum kejadian. Saya yang buat saya juga yang hapus. Saya sampai malu sendiri.

Kronologi Kejadian

Sekitar 1 pekan sebelum kejadian. Akhir tahun. Saat training Excellent di tahun 2018 sudah selesai semua. Ada agenda untuk merapihkan infrastruktur markas PS. Salah satu yang dirapihkan dan dibersihkan adalah ESXI vSphere host yang ada di markas PS. Yang biasa digunakan team untuk development. Yang isinya banyak VM yang sudah tidak terpakai. Karena itu boss meminta supaya VM yang sudah tidak terpakai dibersihkan. Dan setelah itu di upgrade dari versi 6.0 ke 6.7.

Sebelum melakukan upgrade hal yang saya lakukan adalah memindahkan VM penting ke vSphere host lain dan menyimpan datanya di Synology (NAS) yang ada di markas Excellent. Kenapa saya pindahkan sebelum upgrade? Karena saya khawatir upgrade tidak berjalan sesuai rencana dan VM tidak bisa digunakan. Seharusnya supaya lebih aman lagi saya lakukan backup ke tempat lain. Tapi sayangnya itu tidak saya lakukan.

Setelah upgrade. Host tetap berjalan sebagaimana biasanya. Tidak ada masalah. Sesuai rencana. Tapi VM tidak saya kembalikan ke tempat asalnya. Data VM juga masih ada di Synology.

Selain diberi tugas untuk membereskan vSphere, saya juga diberi tugas membereskan Synology. Ya tempat saya menyimpan VM tadi. Menghapus folder-folder yang sudah tidak digunakan. Dengan berbagai macam nama. Yang saya tidak tahu milik siapa. Untuk berjaga-jaga saya tanya kepada team Excellent untuk memberi tahu folder mana yang masih dipakai.

Saat eksekusi. Tepatnya hari Jum’at tanggal 28 Desember saya menghapus folder yang berisi data VM. Dan saya tidak sadari itu. Saya baru sadar setelah melihat banyak error di host vSphere. Saya sempat kebingungan kenapa ada error. Setelah beberapa menit saya baru sadar bahwa yang barusan saya hapus adalah folder yang berisi data VM.

Seketika saya langsung cek Synology dan berharap ada semacam recycle bin atau folder trash yang menyimpan data yang baru saja saya hapus. Setelah saya cari, ternyata hasilnya nihil. Data VM benar-benar hilang. Dan saya bingung harus bagaimana.

Hal yang saya lakukan setelah menghapus data penting itu adalah memberi informasi kepada atasan saya bahwa data VM hilang. Karena terhapus oleh saya. Karena kecerobohan saya. Karena kebodohan saya. Karena ketidakfokusan saya. Sebenarnya saya agak ragu untuk bilang langsung pada saat itu, tapi lebih baik saya langsung bilang daripada saya menyembunyikan itu dan ketahuan. Rasa takut menghantui saya. Takut dimarahi. Takut diberi sanksi. Takut tidak dipercaya lagi. Macam-macam lah perasaan saya saat itu. Tapi apapun resiko-nya saya harus hadapi itu. Saya mengakui kesalahan saya, dan saya akan berusaha untuk recover data yang hilang. Walaupun saya sendiri tidak yakin data tersebut bisa kembali, tapi apa boleh buat.

Akhirnya salah satu kegiatan operasional pun terhambat karena saya menghapus data VM yang bersangkutan. Recover saya coba lakukan dari Synology langsung. Ternyata tidak bisa. Recover harus dilakukan di aplikasi pihak ketiga. Dengan besar HDD 4TB, waktu yang dibutuhkan tentu saja sangat lama. Itu pun belum tentu data yang bersangkutan ditemukan.

Sampai saat ini saya masih melakukan recover data tersebut, dan belum ada kepastian apakah data akan kembali atau tidak.

Menyesal sebenarnya saat melakukan hal bodoh itu. Tapi jika sudah terjadi saya bisa apa. Hanya bisa berusaha dan tentunya berdoa data itu bisa kembali.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *