Kegiatan Selama Isolasi Mandiri

Sudah 1 pekan lebih semenjak saya terkonfirmasi positif covid-19. Walaupun yang saya alami hanyalah gejala ringan, tetap saja saya merasa sangat khawatir dan berpikir macam-macam. Mulai dari takut bahwa kondisi badan akan memburuk sampai dengan takut gejala yang dialami tidak lagi ringan melainkan gejala berat yang sampai memaksa saya untuk dirawat dirumah sakit. Gejala yang saya alami adalah sebagai berikut

  • Pegal-pegal di seluruh badan
  • Tenggorokan kering
  • Batuk & Bersin (Dengan frekuensi yang sangat jarang)
  • Dada terasa nyeri (Namun rasanya hanya sepintas, dan dengan frekuensi yang sangat jarang)
  • Mudah Lapar (Mungkin karena badan saya butuh banyak tenaga untuk melawan virus) πŸ˜€

Namun, alhamdulillah gejala-gejala tersebut berangsur menghilang satu persatu pada hari kedua sampai dengan hari kelima sejak terkonfirmasi positif covid dan tidak sampai mengalami hal yang saya takutkan. Β Hal ini tentu saja didukung oleh obat yang diberikan oleh dokter, istirahat yang cukup serta melakukan rekomendasi-rekomendasi dokter yang lainnya.

Saat ini saya masih melakukan isolasi mandiri, setidaknya sampai hari Senin pekan depan (2 Pekan setelah saya terkonfirmasi positif covid). Selama periode tersebut, saya bisa dirumah untuk istirahat, santai-santai, melakukan hal yang saya suka dan tidak usah kemana-mana, tapi apakah isolasi mandiri menyenangkan? Menyenangkan jika hanya 2-3 hari πŸ˜€ , karena pada hari ke 5 dan seterusnya pasti akan terasa sangat membosankan, apalagi rutinitas yang dilakukan hanya itu-itu saja. Walaupun saya merupakan orang yang kurang suka kelayapan keluar rumah, saya tetap harus keluar rumah setidaknya saat perjalanan berangkat dari rumah ke tempat kerja dan perjalanan pulang dari tempat kerja ke rumah atau bahkan hanya keluar untuk jogging di pagi hari. Ditambah lagi saya juga merasa sangat tidak enak di hati karena orang tua repot mengurus saya, misalnya mengantar makanan dan sejenisnya karena saya sedang tidak bisa keluar dari zona isolasi mandiri di lantai 2.

Untuk mengatasi kebosanan tersebut, akhirnya saya rutin melakukan beberapa hal berikut yang setidaknya bisa bermanfaat untuk saya, hal-hal yang mungkin tidak saya lakukan di hari-hari biasa karena saya (merasa) sibuk πŸ˜€ .

  • Bangun Tidur (5.00 Pagi)
  • Solat Subuh + Mengaji (5.00 – 5.30 Pagi)

Mengaji (Membaca Al-Qur’an) adalah salah satu hal bermanfaat yang bisa saya lakukan secara rutin selama isolasi mandiri. Ya mudah-mudahan saja kebiasaan baik ini akan berlanjut walaupun saya sudah tidak solasi mandiri πŸ˜€ .

  • Baca Artikel / Nonton Netflix / Nonton Youtube / Bermain Game (5.30 – 7.00 Pagi)

Saya biasanya baca beberapa artikel ataupun berita-berita yang ada di internet, namun yang rutin saya baca setiap hari adalah blog Bapak Dahlan Iskan https://www.disway.id. Jika artikel yang dibaca hanya sedikit biasanya saya lanjutkan dengan streaming Netflix atau Youtube dan terkadang juga bermain game jika tidak ada tontonan yang menarik.

  • Cek pekerjaan (7.00 – 7.30 Pagi)

Setiap pagi saya biasanya cek pekerjaan yang ada di Excellent, apakah ada pekerjaan urgent yang harus segera ditangani atau ada pekerjaan yang spesialisasinya untuk saya. Jika tidak ada, biasanya saya serahkan ke team lain, supaya saya bisa istirahat πŸ˜€ .

  • Sarapan + Minum Obat (7.30 – 8.00 Pagi)
  • Briefing Excellent (8.00 – 9.00 Pagi)

Biasanya briefing dilakukan untuk update pekerjaan yang sedang berjalan serta update kondisi kesehatan team (Berhubung ada beberapa team yang positif covid)

  • Mandi (9.00 – 9.10 Pagi)
  • Solat Sunnah Dhuha + Mengaji (9.10 – 09.45 Pagi)

Biasanya setelah Solat Sunnah Dhuha saya lanjutkan dengan mengaji, namun tidak selalu πŸ˜€ .

  • Berjemur (9.45 – 10.30 Pagi)

Sesuai rekomendasi dari dokter, saya juga sempatkan untuk berjemur di pagi hari. Biasanya sambil diselingi dengan makan cemilan atau streaming netflix / youtube πŸ˜€ .

  • Mengerjakan Tugas Kuliah / Ngoprek (10.30 – 12.00 Siang)

Biasanya saya nyicil-nyicil mengerjakan tugas kuliah yang belum selesai atau ngoprek

  • Solat Dzuhur (12.00 – 12.10 Siang)
  • Makan Siang + Minum Obat (12.10 – 12.45 Siang)
  • Tidur / Mengerjakan Tugas Kuliah / Ngoprek / Streaming Netflix / Streaming Youtube / Bermain Game (12.45 – 15.00 Siang)
  • Solat Ashar + Mengaji (15.00 – 15.30 Sore)
  • Mandi (15.30 – 15.40 Sore)
  • Berjemur (15.40 – 16.30 Sore)

Biasanya saya berjemur di sore hari, jika pada saat pagi hari tidak sempat berjemur atau karena mendung & hujan di pagi hari.

  • Mengerjakan Tugas Kuliah / Ngoprek (16.30 – 18.00 Sore)
  • Solat Maghrib (18.00 – 18.10 Malam)
  • Nonton Netflix / Nonton Youtube (18.10 – 18.30 Malam)
  • Kuliah (18.30 – 21.00 Malam)

Karena kuliah yang saya lakukan saat ini online dan sebagian besar hanya mendengarkan saja, sehingga saya masih bisa mengikutinya.

  • Makan Malam + Minum Obat (20.00 – 20.10 Malam)

Makan malam adalah agenda yang paling saya tunggu, karena berbeda dengan saat sarapan dan makan siang. Saat sarapan & makan siang menunya selalu dilengkapi dengan sayur, sedangkan saya kurang suka dengan sayur πŸ˜€ . Untuk menu makan malam, entah bagaimana ibu saya selalu menyiapkan menu yang tanpa sayur sehingga makan malam menjadi hal yang paling saya tunggu πŸ˜€ . Namun ini bukan berarti saya tidak suka dengan menu sarapan dan makan siang, malah saya sangat bersyukur diberikan makanan yang bergizi berhubung saat sehat saya jarang sekali makan sayur.

  • Solat Isya (21.00 – 21.10 Malam)
  • Tidur (21.10 Malam – 5.00 Pagi)

Seperti itulah kurang lebih rutinitas yang saya lakukan selama isolasi mandiri, cukup membosankan kan? πŸ˜€ , Tapi tidak apa-apa setidaknya ada beberapa kegiatan positif selama saya isolasi mandiri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *