Deploy vSphere Replication 8.1

VMware vSphere adalah salah satu software virtualisasi yang paling banyak dipilih oleh banyak perusahaan untuk membangun infrastruktur jaringan. Kualitas dari VMware vSphere tidak bisa diragukan lagi. Walaupun biaya lisensi cukup mahal, tetap saja banyak peminatnya. Karena kualitasnya memang sepadan dengan harganya.

Meskipun dengan lisensi yang mahal. Kualitas yang mumpuni dan sudah diakui. Tidak menutup kemungkinan bahwa suatu error bisa saja terjadi. Misalnya VM yang tiba-tiba crash, tidak sengaja terhapus, dan semacamnya. Kita sebagai manusia hanya bisa berusaha agar semua itu tidak terjadi, tapi mau dikata apa lagi kalo tuh mesin udah ngambek 😀

Jika hal semacam itu terjadi, tentu saja kita harus mencari solusi supaya sistem tetap bisa berjalan. Apalagi jika VM yang bermasalah adalah VM production yang mempengaruhi operasional perusahaan dan diakses oleh banyak orang.

vSphere Replication adalah solusi untuk masalah diatas. vSphere Replication membuat clone. Saat VM yang asli error VM clone akan langsung menggantikan VM yang error. Dengan VM yang sama persis. Ya namanya juga clone pasti sama persis lah ya 😀

Berikut saya akan menunjukkan cara untuk deploy VM vSphere Replication. Untuk deploy VM ini tentu saja harus ada vSpherenya ya 😀 vSpherenya juga harus memiliki spesifikasi yang memadai dan terhubung dengan vCenter. vSphere Replication minimal membutuhkan 2-core CPU, 8GB RAM, 13GB dan 9GB kapasitas harddisk. 

Download vSphere Replication 8.1 (.iso)

  • Download ISO vSphere Replication 8.1. Klik “Download Now”. Ukuran filenya 1.5GB. Jadi pastikan sebelum download koneksi internet stabil. Khawatir gagal di tengah jalan, jadi sewot sendiri 😀
  • Mounting ISO vSphere Replication. Klik aja filenya. Normalnya akan langsung ter-mounting.

Deploy vSphere Replication (vCenter)

Kebetulan saya deploy vSphere Replication via vCenter Server. Tapi tenang, deploy juga bisa dilakukan dari ESXI host langsung. Seharunya langkahnya tidak terlalu berbeda. Jika memahami setiap langkahnya seharusnya tidak ada masalah.

  • Pada dashboard vCenter Server. Actions>Deploy OVF Template

  • Select OVF Template. Pilih “Local File”, dan pilih vSphere_Replication_OVF10.ovf, vSphere_Replication-system.vmdk, dan vSphere_Replication-support.vmdk
  • Pilih lokasi VM. Ditempatkan di datacenter mana. Di ESXI host mana
  • Accept all license agreements
  • Tentukan jumlah vCPU. 2 vCPU atau 4 vCPU
  • Pilih storage tempat data VM. Pilih format harddisk, thin atau thick.
  • Konfigurasi network VM vSphere Replication.
    Tentukan password root.
    NTP Servers. Masukkan ip ESXI atau ip vCenter. Penentuan NTP server ini sebenarnya sangat penting, dikarenakan untuk sinkoronisasi VM dengan vCenter, salah satu syaratnya adalah waktu yang harus sama. Tapi tidak apa-apa jika waktunya tidak sesuai, kita bisa ubah secara manual setelah deploy.
    Masukkan hostname VM vSphere Replication.
    Tentukan IP address, Gateway, dan DNS Server

  • Review VM yang akan di deploy

    Proses deploy cukup lama. Dikarenakan ada yang di download. Tunggu sampai proses deploy selesai. Progress deploy bisa dilihat di bagian bawah dashboard vCenter Server.

Pembahasan vSphere Replication belum tuntas. Masih ada beberapa hal lagi yang harus dilakukan sebelum vSphere Replication bisa berfungsi sebagaimana mestinya.

Register vSphere Replication 8.1 dengan vCenter SSO

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *