Update : VMware Project Pacific

Pekan ini, saya mendapat informasi dari pak boss Vavai bahwa VMware sedang menjalankan project baru. Namanya Project Pacific. Nah apa sih Project Pacific? Ngerjain apa sih? Goal-nya apa sih? Saya masih belum tahu banyak akan hal itu 😀 . Hal yang saya tangkap secara garis besar terhadap project ini adalah integrasi antara aplikasi VMware vSphere dan Kubernetes (K8s).

Yaa, VMware akan mempunyai kemampuan baru untuk manajemen container aplikasi yang ada di setiap VM. Tentu saja tanpa harus remote atau buka console setiap VM yang ada, dengan bantuan Kubernetes (K8s), cukup menggunakan 1 dasboard saja, layaknya menggunaakn vCenter terhadap vSphere Cluster yang kita miliki..

Dalam technical overview Project Pacific pada blogs.vmware.com dijelaskan, “Project Pacific is a re-architecture of vSphere with Kubernetes as its control plane.”, “Project Pacific looks like vSphere – but with the new ability to manage a whole application instead of always dealing with the individual VMs that make it up.”. Jika temen-temen sudah membaca technical overview Project Pacific, bisa dipahami bahwa tujuan dari Project Pacific sebenarnya adalah simplify pekerjaan temen-temen admin semua, ga perlu lagi tuh namanya login satu persatu ke VM yang temen-temen punya untuk menajemen container aplikasi yang ada di dalamnya, cukup dari 1 dashboard kubernetes yang sudah di integrasikan dengan VMware saja.

Btw, saya daritadi sudah bicara masalah Kubernetes dan container, mungkin banyak teman-teman yang belum tahu apa sih mereka 😀 . Bagi teman-teman yang belum tahu apa Kubernetes dan container, bisa dicari tahu lebih dahulu, biar lebih nyambung membaca tulisan saya ini 😀 . Saya sendiri pernah menulis tentang Kubernetes (K8s) saat saya masih belum tahu soal Kubernetes (Baca : Tidak Tahu K8s).

Menurut saya Project Pacific ini bisa sangat membantu temen-temen admin kedepannya. Sekarang itu sudah jamannya Modern Application, kebanyakan aplikasi yang ada saat ini bisa pakai container, tidak perlu setup dari awal, cukup tarik images aplikasi yang akan digunakan saja, setelah itu deploy, konfigurasi sedikit, langsung running. Bagaimana jadinya jika VMware tidak memiliki manajemen terpusat terhadap container aplikasi yang ada di setiap VM, pastinya admin akan capek dan jengkel saat harus melakukan konfigurasi container pada setiap VM. Maka dari itu, VMware mengambil langkah untuk mengintegrasikan Kubernetes (K8s) dengan vCenter Server, sehingga pekerjaan temen-temen admin lebih mudah.

Saat ini, jika temen-temen bertanya kepada saya, bagaimana caranya? saya pun belum tahu 😀 . Saya sendiri masih mencari tahu bagaimana sih cara kerja Kubernetes dan container. Setelah saya sudah benar-benar paham mengenai Kubernetes dan container, barulah saya akan mencoba untuk mengintegrasikan VMware dengan Kubernetes.

Nah, bagi temen-temen yang belum paham sama yang namanya Kubernetes dan container, VMware menyediakan free training yang membahas Kubernetes maupun container nih. Temen-temen bisa daftar di kubernetes.academy mumpung (masih) gratis 😀 , setelah itu temen-temen bisa ikuti training-nya sampai selesai.

Referensi Tulisan :

Kubernetes Academy by VMware

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *