12 Derajat Celcius

Jum’at pekan kemarin 12 Juli 2019, Excellent kembali melakukan Brainstorming. Brainstorming keluar kota. Tepatnya ke Pengalengan, Kabupaten Bandung. Team Excellent sejenak kabur dari Bekasi untuk melepaskan penat pekerjaan sehari-hari. Selama 3 hari 2 malam kami menginap di objek wisata Kampung Singkur, sejak hari Jum’at sampai hari Minggu.

Persiapan

Persiapan untuk brainstorming kali bisa dibilang cukup mendadak. 3 pekan sebelum pelaksanaan baru dibentuk kepanitiaan. 3 pekan merupakan waktu yang cukup singkat untuk melakukan persiapan, karena panitianya sendiri merupakan bagian dari team Excellent, maka persiapan pun dilakukan di sela-sela hari kerja dan ditengah pekerjaan yang tidak bisa ditinggalkan begitu saja šŸ˜€ Apalagi brainstorming kali ini membutuhkan lebih banyak persiapan dari brainstorming sebelumnya (Brainstorming Akhir Tahun).

Pada kesempatan brainstorming kali ini saya diberi kesempatan lagi untuk menjadi bagian dari kepanitiaannya. Jika pada brainstroming sebelumnya saya di posisikan sebagai seksi acara, kali ini saya di posisikan sebagai seksi perlengkapan. Bertugas untuk menentukan perlengkapan apa aja yang perlu dibawa dan tentu saja mempersiapkannya. Karena tujuannya adalah Kampung Singkur yang merupakan daerah hutan pinus dan tentu saja jauh dari pemukiman, maka dari itu perlengkapan yang dibawa harus lengkap.

Apalagi berdasarkan informasi dari ketua panitia, Kampung Singkur ini suhunya bisa mencapai 12 derajat celcius karena memang letaknya di dataran tinggi, tapi untuk tepatnya saya tidak tahu berapa meter diatas permukaan laut. Pastinya cukup tinggi, sehingga wajar suhunya bisa 12 derajat celcius.

Dalam melakukan persiapan, seperti biasa kebiasaan buruk saya yang masih sering dilakukan sampai saat ini adalah meremehkan sesuatu hal šŸ˜€ Sesuatu hal yang saya anggap mudah tentunya. Misalnya saja pada persiapan brainstorming kali ini saya baru mulai membuat list dan mempersiapkan barang-barang yang akan dibawa saat pelaksanaan kurang dari 1 pekan, padahal kepanitiaan sudah dibentuk semenjak 3 pekan sebelum pelaksanaan. Karena saya pikir untuk memersiapkan perlengkapan yang dibutuhkan itu mudah, hanya tinggal beli perlengkapan dan dibawa. Asumsi tersebut membuat saya dalam hati bilang “Ah, kalau dilakukan 1 pekan sebelumnya juga pasti beres, paling hanya membutuhkan tenaga lebih untuk angkat-angkat barang aja”. Dan asumsi saya salah, ternyata untuk persiapan untuk membeli perlengkapan yang belum ada tidaklah mudah, perlu kesana-kemari dan terkadang ada saja perlengkapan yang kurang setelah saya membeli sebagian besar perlengkapan, alhasil saya harus bolak-balik ke macam-macam toko untuk melengkapi perlengkapan yang masih kurang. Pekerjaan seksi perlengkapan memang beres si dalam waktu kurang dari 1 pekan, tapi pekerjaan tersebut bisa dilakukan lebih santai dan akan maksimal hasilnya jika dilakukan dari 2/3 pekan sebelumnya šŸ˜€

Berangkat

Keberangkatan dijadwalkan pukul 06.20 pagi hari. Dari Markas Excellent. Saya berangkat dari rumah pukul 05.00 dalam keadaan sudah sarapan, minum susu supaya kuat dan tentu saja sudah mandi šŸ˜€ Sengaja berangkat agak awal karena memang ada barang-barang yang harus diangkut ke dalam bis. Alhamdulillah keberangkatan tidak meleset dari waktu yang sudah dijadwalkan.

Asumsi perjalanan akan di tempuh dengan waktu kurang lebih 5 jam perjalanan, karena memang lokasinya yang agak jauh. Selain jauh, jalan yang dilewati juga berliku-liku sehingga bisa menyebabkan mual-mual alias mabok šŸ˜€ Sebelum sampai tujuan, team Excellent melaksanakan solat Jum’at terlebih dahulu di salah satu masjid yang ada di pinggir jalanan menuju Pengalengan. Setelah solat Jum’at, perjalanan dilanjutkan dan memakan waktu sekitar 30 menit untuk sampai ke lokasi, yaitu Kampung Singkur.

Hangatnya Api Unggun

Sesampainya di Kampung Singkur, team Excellent gotong royong untuk membawa perlengkapan yang bisa dibilang cukup banyak….cukup banyak makanannya šŸ˜€ Kebetulan tempat parkir bis dan penginapan cukup jauh, jadi cukup menguras tenaga šŸ˜€ Setelah itu team Excellent menaruh tas/ransel masing-masing ke tenda-tenda yang sudah ditentukan.

Karena belum makan siang, maka semua team Excellent berkumpul untuk makan siang bersama, seperti biasa setelah makan siang ada kegiatan ngobrol-ngobrol santai & berbagi pengalaman, terutama pengalaman konyol yang mengocok perut šŸ˜€ Setelah acara santai-santai, team Excellent menyempatkan untuk beristirahat dan bersih-bersih badan (mandi), tapi saya sendiri tidak mandi karena airnya yang lumayan dingin šŸ˜€

Malam harinya setelah solat Maghrib, langsung makan (lagi) šŸ˜€ Saat makan malam, dalam hati bilang “Katanya ‘dingin’, biasa aja ah ini mah kayak di kampung gue”. Alhasil kata-kata dari dalam hati yang bernada seperti menantang itu diberikan balasan, karena beberapa menit setelah saya mengatakan hal itu baru terasa dingin šŸ˜€ dan ternyata pada saat itu suhunya sudah mencapai 12 derajat celcius. Terkena AC dengan suhu 16 derajat celcius saja sudah kedinginan, apalagi 12 derajat celcius. Saking dinginnya, saya sampai bisa melihat udara yang keluar dari hidung saya, seperti bule di negara-negara dingin šŸ˜€

Untuk sedikit mengurangi rasa dingin, team Excellent membuat api unggun dari kayu bakar yang sudah di sediakan, lumayan lah buat menghangatkan badan. Sekalian bakar Ikan dan Jagung šŸ˜€

Beberapa jam berjalan, ada beberapa team Excellent yang memutuskan untuk tidur dan ada juga yang memutuskan untuk tetap di sekitar api unggun. Saya termasuk yang tidur pukul 12 malam, bukan untuk menikmati api unggung tapi untuk mengerjakan tugas kuliah šŸ˜€ Maklum mahasiswa, banyak tugas hehe. Tugas sudah selesai dikerjakan, tinggal tidur. Sudah sempat tertidur, tapi saya terbangun karena kedinginan šŸ˜€ Entah kenapa tiba-tiba saat dini hari menjadi sangat dingin. Akhirnya saya coba tidur lagi dengan 2 lapis selimut šŸ˜€ dan alhamdulillah bisa tidur lagi.

Rafting & Paintball

Agenda hari Sabtu adalah Rafting & Paintball. Seharian di fokuskan untuk 2 kegiatan tersebut. Sebelum Rafting tentunya diawali dengan sarapan bersama. Setelah itu sekitar pukul 09.30 berangkat ke tempat rafting menggunakan bis dan menempuh waktu sekitar 15 menit.

Bagi yang belum tahu Rafting. Rafting atau Arum Jeram adalah kegiatan mengarungi jeram-jeram sungai yang sangat menantang ~Wikipedia. Ya intinya mah basah-basahan di sungai pake perahu karet šŸ˜€

Setelah di briefing oleh orang yang sudah professional di bidangnya, kami mulai pakai pelampung dan helm sebagai pengaman. Kebetulan saya 1 perahu dengan pak boss Vavai dan di depan pula, saya sok berani saja di depan, padahal mah takut juga apalagi pertama kali šŸ˜€

Saat sedang rafting saya baru tahu, bahwa pemandu yang ada dibelakang perahu saya, yang memegang dayung ternyata masih SMA. Saat rafting sang pemandu bercerita dia masih sekolah, dan bekerja sebagai pemandu rafting di hari Sabtu & Minggu. Saya kagum sekaligus malu karena sang pemandu sudah bisa mandiri sejak masa sekolah, sedangkan saya pada saat SMK hanya bisa bergantung kepada orang tua. 1 hal yang membuat saya kagum juga adalah tenaga sang pemandu, karena bisa menarik perahu karet yang di tumpangi oleh 5 orang sekaligus, seorang diri šŸ˜€

Selesai rafting, tidak langsung dilanjutkan bermain paintball tetapi makan siang terlebih dahulu. Setelah makan siang baru dilanjutkan bermain paintball. Saya sendiri belum pernah mengikuti permainan paintball yang merupakan simulasi perang menggunakan peluru plastik yang berisi cat dan aman jika terkena kulit tapi tidak aman terkena mata šŸ˜€ , maka dari itu perlu memakai masker pelindung. Pada saat permainan paintball dimulai saya hanya berlindung saja, tidak berani maju, takut kena tembak šŸ˜€

Seperti biasa, malam harinya setelah kegiatan pada hari Sabtu selesai, habis makan malam rencana ingin api unggun lagi seperti malam sebelumnya, tapi sayang sekali saya tidak kuat menahan kantuk dan tidur lebih dulu šŸ˜€

Ya kurang lebih seperti itulah cerita liburan saya bersama teman-teman Excellent. Cukup menyenangkan dan juga cukup dingin šŸ˜€

One comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *